Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

Kisah Membangun Rumah

 Tahun 2015 menjadi awal perjalanan setelah menikah. Saat itu, kami mencoba mandiri dengan menumpang tinggal di rumah orang. Namun kondisi tidak mudah—lingkungannya kurang nyaman, ada berbagai persoalan, dan rumah tersebut sebenarnya sudah tua, ventilasinya kurang sehat, bahkan sebagian digunakan sebagai gudang. Meski begitu, kami tetap bertahan hampir satu tahun. Sampai akhirnya saya sempat terkena DBD, ditambah situasi yang semakin tidak kondusif dengan pemilik rumah. Dari situ muncul tekad untuk benar-benar memiliki tempat tinggal sendiri. Awal 2016, kami memberanikan diri meminta bantuan orang tua untuk membangun rumah. Alhamdulillah, sudah ada tanah warisan meski tidak luas—cukup untuk membangun rumah sederhana. Pembangunan dimulai pada Maret 2016. Dengan segala keterbatasan, proses berjalan perlahan. Hingga akhirnya, di bulan Juni 2016, rumah tersebut sudah bisa ditempati—tepat H-2 sebelum Lebaran. Momen itu menjadi salah satu titik paling berkesan dalam hidup. Dalam pros...

Kisah Sepeda Motor Bapak (Alm. Sulaiman Saman)

 Bapak saya, alm. Sulaiman Saman, bukan berasal dari keluarga berada, melainkan dari ekonomi sederhana. Di masa awal, beliau belum memiliki kendaraan sendiri. Untuk bekerja, beliau menyewa motor dan menyetor kepada pemiliknya setiap hari. Namun dari situlah muncul tekad. Beliau mulai berpikir, “kalau terus begini, kapan punya sendiri?” Hingga akhirnya, dengan usaha dan keberanian, beliau berhasil membeli motor pertamanya: Honda Bravo warna biru. Seiring waktu berjalan, kebutuhan dan kondisi berubah. Anak-anak mulai beranjak dewasa, penggunaan motor mulai berkurang, dan tuntutan zaman juga ikut berubah. Bapak kemudian mengganti motornya ke Suzuki GX New. Namun perjalanan tidak selalu mulus—pernah mengalami kendala akibat insiden di jalan, sehingga motor tersebut dirasa kurang nyaman digunakan lagi. Beliau pun beberapa kali berganti motor, bukan karena gaya, tapi karena kebutuhan hidup. Pernah menggunakan Vega R, hingga akhirnya kembali lagi ke Suzuki GX yang menjadi motor terakh...

Perjalanan Keuangan 2014–2026

 Perjalanan ini dimulai dari langkah kecil di tahun 2014. Saat itu saya mengajar ngaji sambil perlahan belajar mandiri secara finansial. Dari usaha sederhana tersebut, saya bisa menabung hingga memiliki emas sekitar 8 gram, sekaligus mempersiapkan pernikahan di tahun 2015. Di masa yang sama, saya juga mencicil motor sebagai alat penunjang aktivitas. Memasuki tahun 2016, dengan bantuan orang tua, saya mulai membangun rumah sederhana dengan total biaya sekitar 50 juta. Hingga 2017, kehidupan berjalan dengan penuh perjuangan—mengandalkan hasil kursus komputer dan usaha seadanya untuk mencukupi kebutuhan setelah menikah. Periode 2018 hingga 2022 menjadi fase lebih stabil. Saya bekerja di pemerintahan desa, sementara istri bekerja di Universitas Terbuka. Dari hasil kerja bersama, kami bisa menambah dapur di tahun 2019, dan di tahun 2021 berhasil membeli mobil tua sebagai aset keluarga dari hasil gabungan penghasilan. Di fase 2023 hingga 2026, perjalanan kembali mengalami dinamika. Ka...