Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2023

FILATOSOFI

*FILATOSOFI* Jangan mencari istilah di atas dalam kamus, karena tidak akan ada. Ini adalah istilah yang baru terlintas dalam benak saya, jadi langsung saja dieksekusi menjadi tulisan. Awalnya karena belakangan ini sering melihat anak-anak di lingkungan sekitar bermain lato-lato.  Ketika saya renungkan, ternyata banyak pelajaran yang bisa kita petik dari permainan yang tiba-tiba viral tersebut. Oleh karena itu terbentuklah kata _filatosofi,_ yang artinya filosofi lato-lato. Pertama, permainan ini mengajarkan tentang semangat untuk langsung bertindak. Secara teori sebenarnya pemain lato-lato harus mengerti dulu hukum fisika tentang kekekalan momentum dengan rumus: m1v1 + m2v2 = m'1v'1 + m'2v'2 m adalah massa dan v adalah kecepatan, sebelum dan sesudah tumbukan lenting sempurna terjadi. Itupun masih harus memperhitungkan panjang tali dan tegangan tali yang merupakan gaya sentripetal. Tali inilah yang berpengaruh terhadap kecepatan linier bola 1 dan bola 2. Akan lebih baik ...

ATURAN JUAL BELI BARANG

*ATURAN PERTAMA TENTANG BELI BARANG* Jangan heran jika kita melihat orang-orang Tionghoa cukup teliti dalam menghitung pengeluaran. Mereka tidak sembarang belanja sesuatu kecuali setelah diperhitungkan matang-matang. Karena mereka memegang sebuah peribahasa dari negeri China yang berbunyi, _"Menyimpang satu inchi, merugi seribu batu."_ Artinya jika pengeluaran tidak dihitung dengan cermat, apalagi sampai kita membeli barang yang sebetulnya tidak diperlukan, maka uang kita bisa habis sehingga tidak cukup untuk membeli barang yang diperlukan. Inilah yang disebut merugi. Laksana orang yang sedang membangun gedung tinggi, jika sejak awal konstruksinya menyimpang satu inchi saja dari rancangan, maka setelah bangunan itu tinggi akan terlihat kegagalannya. Kalau sudah begini mau tidak mau harus dibongkar kembali daripada gedung itu roboh di kemudian hari. Tak jauh berbeda dengan peribahasa di atas, ulama dari kota Tarim, Yaman, Al-Allamah Al-Habib Hasan Asy-Syatiri, juga pernah memb...

SELAMAT DATANG 2023

*SELAMAT DATANG 2023* Sebagaimana kita ketahui, satu kata dalam Al-Quran bisa mengandung arti yang beraneka ragam. Contohnya kata _jahil_ (bodoh) tidak selalu berarti kurangnya pengetahuan.  Pada kehidupan sehari-hari, seorang siswa yang nilai ujiannya rendah akan disebut bodoh. Sedangkan mereka yang nilainya tinggi adalah pandai. Tetapi dalam Al-Quran orang yang bodoh sebenarnya memiliki banyak pengetahuan, namun mereka sengaja mengabaikannya. أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهْوَةً مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِ ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ _"Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsumu, bukan wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang bodoh."_ Surat An-Naml ayat 55 ini adalah perkataan Nabi Luth kepada kaumnya yang sengaja melanggar padahal mereka tahu bahwa Allah telah memerintahkan lelaki berpasangan dengan perempuan. Jadi kebodohan yang dimaksud bukanlah karena kurangnya ilmu pengetahuan, melainkan karena memang secara sadar ingin melawan arus dari yang seh...