Langsung ke konten utama

ATURAN JUAL BELI BARANG

*ATURAN PERTAMA TENTANG BELI BARANG*

Jangan heran jika kita melihat orang-orang Tionghoa cukup teliti dalam menghitung pengeluaran. Mereka tidak sembarang belanja sesuatu kecuali setelah diperhitungkan matang-matang. Karena mereka memegang sebuah peribahasa dari negeri China yang berbunyi,

_"Menyimpang satu inchi, merugi seribu batu."_

Artinya jika pengeluaran tidak dihitung dengan cermat, apalagi sampai kita membeli barang yang sebetulnya tidak diperlukan, maka uang kita bisa habis sehingga tidak cukup untuk membeli barang yang diperlukan. Inilah yang disebut merugi.

Laksana orang yang sedang membangun gedung tinggi, jika sejak awal konstruksinya menyimpang satu inchi saja dari rancangan, maka setelah bangunan itu tinggi akan terlihat kegagalannya. Kalau sudah begini mau tidak mau harus dibongkar kembali daripada gedung itu roboh di kemudian hari.

Tak jauh berbeda dengan peribahasa di atas, ulama dari kota Tarim, Yaman, Al-Allamah Al-Habib Hasan Asy-Syatiri, juga pernah memberi nasihat yang sangat indah.

من اشرتى مالا يحتاج إليه باع ما يحتاج إليه

_"Siapa yang membeli sesuatu yang tidak ia butuhkan, kelak akan menjual (kehilangan) sesuatu yang ia butuhkan."_

Contohnya seperti ini. Ada seorang yang memiliki sebuah mobil berwarna putih. Lantas ia membeli mobil lagi berwarna hitam, padahal aktivitasnya sehari-hari hanya membutuhkan satu mobil saja.

Akibatnya semenjak hari itu, kedua mobilnya harus digunakan bergantian. Mobil putih itu tak lagi digunakannya setiap hari. Dengan kata lain, kini ia telah kehilangan mobil putih pada separuh dari hari-harinya.

Namun apabila direnungkan pelan-pelan, rupanya nasihat tersebut bukan membicarakan tentang gaya belanja. Melainkan tentang amal perbuatan. Makna yang mendekati mungkin menjadi seperti ini,

_"Siapa yang mengerjakan suatu amal yang tidak ia butuhkan, kelak akan kehilangan suatu amal yang ia butuhkan."_

Inilah pesan yang ingin disampaikan, bahwa setiap manusia hanya punya satu waktu saja. Jika waktu itu digunakan untuk hal yang merugikan, sama artinya ia baru saja kehilangan kesempatan untuk hal yang bermanfaat di waktu tersebut.

Ketika kita memutuskan untuk menonton sinetron berdurasi satu jam, berarti kita telah kehilangan satu jam itu yang sebenarnya bisa dipakai untuk membaca dua juz Al-Qur'an.

Saat kita bergabung dengan komunitas yang _toxic_ (meracuni), berarti kita telah kehilangan masa-masa tersebut yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk membangun _friendship_ dengan orang-orang yang menjadikan diri kita lebih bertumbuh.

Demikianlah segala langkah dalam hidup ini memang perlu diperhitungkan matang-matang seperti halnya belanja. Sebab jika sampai salah "membeli" suatu amal yang buruk, maka bersiaplah untuk "menjual" suatu amal yang baik.

✏️ _Sahabatmu, Arafat._

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khotbah Jum'at: Menjadi Ayah yang Amanah

  Khotbah Jum'at: Menjadi Ayah yang Amanah إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا  أَمَّا بَعْ Kaum muslimin yang dirahmati Allah...

Tentang Kanker: Tubuh Kita Adalah “Negara Kesatuan Sel”

  Tentang Kanker: Tubuh Kita Adalah “Negara Kesatuan Sel” Oleh: dr. Gia Pratama Bayangkan seekor semut yang berjalan sendirian di sebuah ruangan yang sangat luas. Ia hidup, tetapi tidak memiliki kesadaran, tujuan, atau kemampuan besar untuk melakukan sesuatu. Namun bayangkan jika ada triliunan semut hidup bersama. Tiba-tiba mereka mampu membangun sarang besar, membagi tugas mengumpulkan makanan, melindungi ratu, bahkan berperang dengan koloni lain. Mereka tidak berbicara seperti manusia, tetapi tetap bisa berkomunikasi dan bekerja sama dengan sistem yang sangat teratur. Begitulah cara kerja sel dalam tubuh manusia. Dalam pelajaran biologi kita mengenal berbagai bagian sel seperti ribosom, mitokondria, retikulum endoplasma, membran sel, dan inti sel. Jika berdiri sendiri, bagian-bagian itu tidak hidup. Tetapi ketika semuanya menyatu menjadi satu sel, lahirlah kehidupan. Satu sel manusia seperti satu semut tadi. Ia hidup, tetapi belum memiliki kesadaran utuh. Namun ketika trili...

MASUK SURGA MUDAH

Masuk surga mudah..   amalannya,  ada dalam  keseharian kita: 👉 jujur 👉 tunaikan janji 👉 amanah 👉 gak zina  👉 jangan jelalatan 👉 dan tahan tangan kita dari segala kemaksiatan bila kita jujur  akan kebenaran  yang ada,  in syaa Allah mudah dalam  pengamalan di atas,  dan tentu  yang awal  adalah minta  pertolongan Allah Ta'ala, agar mudah  melakukan amalan  amalan ahli surga in syaa Allah  kita bisa  masuk surga,  setelah keimanan kita 📝 Fr4m #freeshare #Masuksurgamenjaga6perkara