Langsung ke konten utama

Tentang Kanker: Tubuh Kita Adalah “Negara Kesatuan Sel”

 

Tentang Kanker: Tubuh Kita Adalah “Negara Kesatuan Sel”

Oleh: dr. Gia Pratama

Bayangkan seekor semut yang berjalan sendirian di sebuah ruangan yang sangat luas. Ia hidup, tetapi tidak memiliki kesadaran, tujuan, atau kemampuan besar untuk melakukan sesuatu.

Namun bayangkan jika ada triliunan semut hidup bersama. Tiba-tiba mereka mampu membangun sarang besar, membagi tugas mengumpulkan makanan, melindungi ratu, bahkan berperang dengan koloni lain. Mereka tidak berbicara seperti manusia, tetapi tetap bisa berkomunikasi dan bekerja sama dengan sistem yang sangat teratur.

Begitulah cara kerja sel dalam tubuh manusia.

Dalam pelajaran biologi kita mengenal berbagai bagian sel seperti ribosom, mitokondria, retikulum endoplasma, membran sel, dan inti sel. Jika berdiri sendiri, bagian-bagian itu tidak hidup. Tetapi ketika semuanya menyatu menjadi satu sel, lahirlah kehidupan.

Satu sel manusia seperti satu semut tadi. Ia hidup, tetapi belum memiliki kesadaran utuh. Namun ketika triliunan sel berkumpul, terjadilah pembagian tugas. Ada sel yang membentuk mata, tangan, kaki, usus, jantung, dan otak. Semua sel ini terus berkomunikasi, saling mengenali, dan bekerja sama.

Karena itu sebenarnya tubuh kita adalah sebuah “negara kesatuan sel” dengan jumlah penduduk puluhan triliun.

Seperti sebuah negara, penduduk tubuh kita terus berganti. Ada sel yang lahir, ada yang mati, dan ada yang diganti. Negara tetap sama, tetapi penghuninya terus diperbarui.

Di dalam setiap sel terdapat semacam “kontrak biologis” yang tertulis dalam DNA. Kontrak ini menentukan bagaimana sel bekerja dan berapa lama ia hidup. Misalnya, sel darah merah rata-rata hidup sekitar 120 hari sebelum digantikan oleh sel baru.

Tubuh kita sebenarnya terus membongkar, memperbaiki, dan membangun ulang dirinya sendiri. Bahan baku untuk membentuk sel baru berasal dari apa yang kita masukkan ke dalam tubuh setiap hari—dari makanan, minuman, udara, dan berbagai zat yang kita konsumsi.

Karena itu muncul ungkapan yang sangat masuk akal:
“We are what we eat.”

Tubuh kita di masa depan dibangun dari apa yang kita makan hari ini. Kulit kita, pembuluh darah kita, otak kita, hormon kita, dan daya tahan tubuh kita sangat dipengaruhi oleh bahan baku yang masuk ke dalam tubuh.

Pola makan dan gaya hidup juga memengaruhi penuaan, penurunan fungsi tubuh, penyakit degeneratif, hingga risiko kanker.

Kanker muncul ketika ada sel yang rusak dan melanggar “kontrak biologis” tadi. Sel tersebut menolak berhenti, menolak mati saat waktunya tiba, dan terus memperbanyak diri serta mengambil ruang yang bukan miliknya. Sel seperti ini kita kenal sebagai sel kanker.

Untungnya, tubuh memiliki sistem pertahanan. Salah satunya adalah natural killer cell, bagian dari sistem imun yang bertugas mengenali dan menghancurkan sel-sel abnormal sebelum berkembang menjadi masalah.

Namun banyak faktor yang bisa merusak sel dan memicu terjadinya kanker. Di antaranya adalah rokok dan asap rokok, alkohol, polusi, paparan bahan kimia tertentu, radiasi berlebih, makanan yang terlalu sering dibakar hingga gosong, konsumsi daging olahan berlebihan, infeksi virus tertentu, paparan sinar matahari berlebihan, obesitas, kurang bergerak, kurang tidur, dan stres berkepanjangan.

Semua faktor tersebut dapat meningkatkan peluang sel menjadi “memberontak”.

Meski begitu, kita juga harus jujur bahwa kanker tidak selalu datang karena satu kesalahan yang jelas. Ada orang yang hidupnya berantakan tetapi panjang umur. Ada juga yang sudah menjaga pola makan, rutin olahraga, dan tidak merokok tetapi tetap terkena kanker.

Mengapa demikian?

Karena hingga hari ini, masih banyak hal tentang kanker yang belum sepenuhnya kita pahami. Kadang ada faktor genetik, kadang paparan karsinogen yang tidak kita sadari, atau mutasi yang muncul perlahan selama bertahun-tahun.

Karena itu, hidup sehat bukan jaminan seseorang pasti bebas kanker. Namun hidup sehat adalah cara untuk menurunkan risiko, memperkuat tubuh, dan memberi peluang terbaik bagi sel-sel kita untuk tetap tertib.

Yang bisa kita lakukan adalah terus berikhtiar:

  • Menjaga pola makan dengan memperbanyak makanan utuh, sayur, buah, protein baik, dan serat.

  • Mengurangi rokok, asap rokok, alkohol, makanan ultra-proses, makanan gosong, dan minuman tinggi gula.

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Rutin bergerak dan berolahraga.

  • Tidur cukup.

  • Mengelola stres.

  • Melakukan vaksinasi bila perlu.

  • Melakukan skrining kesehatan sesuai usia dan faktor risiko.

Dan setelah semua usaha itu, kita tetap perlu berdoa.

Karena hidup dan kesehatan juga merupakan rahmat dari Tuhan.

Jadi jagalah makananmu. Jagalah tubuhmu. Jagalah Negara Kesatuan Sel yang ada di dalam dirimu.

Semoga sel-sel dalam tubuh kita hidup sehat, bekerja dengan baik, dan menemani kita hingga usia yang panjang.

— dr. Gia Pratama

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khotbah Jum'at: Menjadi Ayah yang Amanah

  Khotbah Jum'at: Menjadi Ayah yang Amanah إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا  أَمَّا بَعْ Kaum muslimin yang dirahmati Allah...

MASUK SURGA MUDAH

Masuk surga mudah..   amalannya,  ada dalam  keseharian kita: 👉 jujur 👉 tunaikan janji 👉 amanah 👉 gak zina  👉 jangan jelalatan 👉 dan tahan tangan kita dari segala kemaksiatan bila kita jujur  akan kebenaran  yang ada,  in syaa Allah mudah dalam  pengamalan di atas,  dan tentu  yang awal  adalah minta  pertolongan Allah Ta'ala, agar mudah  melakukan amalan  amalan ahli surga in syaa Allah  kita bisa  masuk surga,  setelah keimanan kita 📝 Fr4m #freeshare #Masuksurgamenjaga6perkara