Langsung ke konten utama

MAAF SAYA MAU PINJAM UANG

*MAAF, SAYA MAU PINJAM UANG*

Seorang sahabat memberitahu saya bahwa ada sebuah akun Telegram yang tidak dikenal tetapi dia menggunakan foto saya sebagai foto profilnya. Sang sahabat menegur akun tersebut, saya pun demikian. Namun akhirnya akun kami berdua diblokir olehnya. Dapatlah dipastikan orang itu berniat tidak baik dengan berpura-pura menjadi saya.

Bisa saja ia mengajak investasi palsu, melakukan penipuan, meminjam uang, dan sebagainya. Oleh karena itu saya sampaikan kepada seluruh sahabat, bahwa nomor WA saya adalah 0896-8000-6000 untuk sehari-hari, dan nomor ini khusus untuk berbagi tulisan inspiratif. Apabila saudara menemukan nomor lain, jangan sungkan untuk bertanya apakah itu termasuk bagian dari tim saya atau bukan 

Menarik untuk dibahas. Apabila sewaktu-waktu ada orang yang baru kita kenal atau memang kenal tapi tak terlalu dekat, lalu orang itu tetiba ingin pinjam uang. Apakah kita harus _husnuzan_ atau diperbolehkan untuk menaruh waspada kepadanya? 

Jawabannya adalah boleh untuk waspada, bahkan lebih bagus. Karena Al-Quran telah memberi contoh melalui sikap waspada Nabi Yaqub kepada ucapan anak-anaknya ketika mereka melaporkan hilangnya Nabi Yusuf. Mari kita simak Surat Yusuf ayat 18.

وَجَآءُو عَلَىٰ قَمِيصِهِۦ بِدَمٍ كَذِبٍ ۚ قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ وَٱللَّهُ ٱلْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ

_Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Nabi Yaqub berkata, "Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu, maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan."_

Perkataan Nabi Yaqub di atas menunjukkan beliau tidak lantas percaya begitu saja. Inilah yang disebut kewaspadaan. Memang _husnuzan_ itu baik, tetapi tidak di semua momen. Adakalanya di momen-momen tertentu waspada itu yang lebih baik. 

Pertanyaan berikutnya, apabila ternyata benar orang itu memang sedang membutuhkan bantuan, apakah terpuji perbuatan tersebut? Yaitu meminjam uang kepada orang yang baru saja dikenalnya atau orang yang tidak terlalu dekat dengannya. Jawabannya adalah tidak terpuji. Sebab perbuatan ini akan mengundang seribu satu pertanyaan dari orang lain.

Mengapa ia tidak mengadu kepada keluarganya? Tentu lebih mudah karena saudara pasti membantu.

Mengapa ia tak meminjam kepada tetangganya? Karena tetangga adalah orang-orang yang dekat dengan keseharian dia, pasti punya ikatan emosional yang lebih kuat.

Mengapa ia tak mendahulukan sahabat-sahabatnya yang lebih akrab? Karena mereka pasti mengenal lebih dalam dengan pribadinya.

Mengapa keluarga, tetangga, sahabat akrabnya tak ada yang mau membantunya? Ada apa dengan dirinya sehingga mereka semua enggan membantu?

Dan seterusnya, apabila ingin dilanjutkan tentu masih banyak "mengapa" lainnya yang akan muncul. Padahal Rasulullah melarang seorang muslim berada pada posisi yang menyebabkan timbulnya pertanyaan-pertanyaan orang lain terhadapnya.

وَإِيَّاكَ وَمَا يُعْتَذَرُ مِنْهُ

_“Tinggalkanlah hal-hal yang membuatmu perlu menjelaskan udzur (klarifikasi) dari keadaan itu."_
(Hadist Riwayat Abu Nuaim dan Ad-Dailami)

Contohnya bila seorang muslim berdiri di depan hotel remang-remang, tentu saja orang lain yang melihatnya bertanya-tanya sedang apa dia di sana. Meski orang itu memang hanya berdiri saja tanpa niat buruk sama sekali, tetap saja perbuatan itu tidak terpuji. 

Maka termasuk pula golongan yang disinggung dalam hadist di atas, apabila ada orang yang baru dikenal, atau orang yang sudah lama tak jumpa, tetiba ia datang ingin pinjam uang. Sudah pastilah orang yang dituju akan bertanya-tanya kepadanya. 

Saya sendiri pernah pinjam uang, tetapi kepada adik sendiri. Karena utang adalah aib yang harus kita tutupi rapat-rapat, oleh karena itu saya enggan untuk meminjam kepada orang yang jauh. Seolah-olah kita membuka aib sendiri kepada orang lain. Alhamdulillah utang tersebut sudah saya lunasi cepat-cepat. 

✏️ _Sahabatmu, Arafat._

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khotbah Jum'at: Menjadi Ayah yang Amanah

  Khotbah Jum'at: Menjadi Ayah yang Amanah إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا  أَمَّا بَعْ Kaum muslimin yang dirahmati Allah...

Tentang Kanker: Tubuh Kita Adalah “Negara Kesatuan Sel”

  Tentang Kanker: Tubuh Kita Adalah “Negara Kesatuan Sel” Oleh: dr. Gia Pratama Bayangkan seekor semut yang berjalan sendirian di sebuah ruangan yang sangat luas. Ia hidup, tetapi tidak memiliki kesadaran, tujuan, atau kemampuan besar untuk melakukan sesuatu. Namun bayangkan jika ada triliunan semut hidup bersama. Tiba-tiba mereka mampu membangun sarang besar, membagi tugas mengumpulkan makanan, melindungi ratu, bahkan berperang dengan koloni lain. Mereka tidak berbicara seperti manusia, tetapi tetap bisa berkomunikasi dan bekerja sama dengan sistem yang sangat teratur. Begitulah cara kerja sel dalam tubuh manusia. Dalam pelajaran biologi kita mengenal berbagai bagian sel seperti ribosom, mitokondria, retikulum endoplasma, membran sel, dan inti sel. Jika berdiri sendiri, bagian-bagian itu tidak hidup. Tetapi ketika semuanya menyatu menjadi satu sel, lahirlah kehidupan. Satu sel manusia seperti satu semut tadi. Ia hidup, tetapi belum memiliki kesadaran utuh. Namun ketika trili...

MASUK SURGA MUDAH

Masuk surga mudah..   amalannya,  ada dalam  keseharian kita: 👉 jujur 👉 tunaikan janji 👉 amanah 👉 gak zina  👉 jangan jelalatan 👉 dan tahan tangan kita dari segala kemaksiatan bila kita jujur  akan kebenaran  yang ada,  in syaa Allah mudah dalam  pengamalan di atas,  dan tentu  yang awal  adalah minta  pertolongan Allah Ta'ala, agar mudah  melakukan amalan  amalan ahli surga in syaa Allah  kita bisa  masuk surga,  setelah keimanan kita 📝 Fr4m #freeshare #Masuksurgamenjaga6perkara